Sunday, May 28, 2023

Sundoro Clean Up Bertaruh Nyawa 3 - Kena Hipotermia -

 Hari semakin siang menjelang tengah hari, namun hujan disertai badai belum usai walaupun intensitas mulai menurun. Aku berembug dengan mas NCP dan untuk mengurangi resiko kami memutuskan untuk berbagi tugas. Mas NCP tetap menunggu yang sakit dan pacarnya, sementara aku turun mencari bantuan teman - teman yang pagi tadi sudah turun dulu ataupun penduduk lokal. Dengan berlari sepanjang jalur pendakian memerlukan waktu sekitar 2,5 jam sampai basecamp pendakian.

Aku segera berembug dengan pimpinan rombongan dibawah yang ternyata juga sudah mempersiapkan diri untuk memberi bantuan keatas dengan membawa peralatan tenda, sleeping bag, rangsum makanan dan air serta obat-obatan. Akhinya aku bersama 6 orang terpilih kembali naik Gunung Sundoro lagi untuk menjemput atau memberi bantuan teman yang sakit dan 2 orang lainnya. Singkat cerita bertemulah kami dengan 3 orang yang diatas, dan ternyata mereka bertiga dengan perlahan mencoba turun. Artinya yang sakit sudah ada kemajuan dan kedua yang lain memapah jalan turun dengan menembus hujan yang terus mengguyur Gunung Sundoro.
Menjelang jam 6 sore, ke 6 bala bantuan beserta si sakit dan pacarnya berjalan di depan, sementara saya dan mas NCP agak di belakang sambil rembugan untuk mengambil langkah - langkah apabila malam ini tidak bisa kembali pulang. Tak terasa rombongan depan sudah menghilang dan jalan jauh di depan, sementara malam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam, aku pun mulai terasa dingin setelah naik turun gunung, fisik mulai turun dan badan basah terkena hujan.  Diluar dugaanku, Mas NCP suaranya semakin pelan dan tak terdengar sebelum kuketahui sudah jatuh pingsan. Setelah kuperiksa sejanak ternyata seluruh badan sudah dingin, hanya tersisa hangat di bagian pusar. Kena Hipotermia.....
Langit Gelap, Tubuhku menggigil kedinginan, hujan tak juga reda sementara temenku tiba-tiba jatuh pingsan di Gunung Sundoro. Sejenak aku kebingungan, tak ada orang yang bisa kuajak bicara apalagi untuk mengangkat tubuh temenku yang tak sadarkan diri. Tanpa pikir panjang, ku tinggalkan ransel dan perbekalan lainnya lalu dengan setengah menyeret  tubuh temenku yang tak berdaya itu, aku berlari sekencang - kencangnya turun gunung " (Bersambung

Sundoro Clean Up Bertaruh Nyawa 2 - Badai Gunung Sundoro -

Pendakian dilakukan secara serentak bertiga puluh tanpa dibagi dalam kelompok - kelompok agar motivasi untuk mencapai puncak lebih kuat dengan kebersamaan yang ada. Setelah melewati sholat subuh, tibalah di padang eidelweis, lereng gak terlalu curam, tumbuhan eidelweis tumbuh dimana mana sepanjang mata memandang, indah sekali. Padang eidelweis ini menandakan bahwa pendakian Gunung Sundoro melalui jalur Kledung sudah mendekati puncak. Saat itulah awal mula dari kisah ini. Tiba - tiba badai sundoro menghantam rombongan kami, semua berlindung dan berusaha tetap satu kelompok besar agar tidak hilang. Beberapa teman mengalami kram jari - jari tangan seperti tidak terasa, menandakan gejala hipotermia akan menghampiri. Pimpinan rombongan saat itu yaitu mas komo mengintruksikan rombongan untuk bergerak turun untuk mengurangi resiko hipotermia.

Beberapa teman sudah kembali normal setelah mendapatkan perlakuan berupa pemanasan dengan perapian maupun penggerakan anggota badan agar tubuh tetap hangat. Namun ada 1 orang yang mengalami sakit dan tidak bisa bergerak turun, sehingga diputuskan pimpinan rombongan bersama anggota yang lain tetap turun, sementara saya, mas NCP serta pacar dari yang sakit tetap menunggui diatas sambil membuat bivak dan perapian.
Sebuah keputusan yang sulit, karena klo sampai tertahan di Gunung Semalam lagi ada banyak hal yang menjadi konsekwensi : 1. Yang sakit berjenis kelamin Wanita,  anak seorang pembantu rektor di universitas swasta terkenal di Yogyakarta, ketika putrinya tidak kembali pada saatnya pasti akan menjadi pusat perhatian dan di cari SAR. 2. Anak ini naik gunung bersama pacarnya, dimana sesungguhnya hubungan mereka tidak direstui oleh Sang Pembantu Rektor, sehingga akan menambah resiko terciumnya hubungan mereka. 3. Kami ber empat memang masih mempunyai bekal makanan yang cukup, namun kondisi cuaca yang masih hujan badai sangat sulit membuat perapian, dan kondisi tubuh yang semakin menurun akibat terus kehujanan sehari semalam akan sangat berpotensi kedinginan dan terkena hipotermia. ( Bersambung)

Sundoro Clean Up ; Bersih - Bersih Hampir Kehilangan Nyawa 1

 "Langit Gelap, Tubuhku menggigil kedinginan, hujan tak juga reda sementara temenku tiba-tiba jatuh pingsan di Gunung Sundoro. Sejenak aku kebingungan, tak ada orang yang bisa kuajak bicara apalagi untuk mengangkat tubuh temenku yang tak sadarkan diri. Tanpa pikir panjang, ku tinggalkan ransel dan perbekalan lainnya lalu dengan setengah menyeret  tubuh temenku yang tak berdaya itu, aku berlari sekencang - kencangnya turun gunung "



Sundoro Clean Up adalah kegiatan pendakian masal ke Gunung Sundoro yang dilakukan oleh Mahasiswa Geologi Angkatan 93. Tujuannya selain menikmati keindahan alam Gunung Sundoro, juga bersih - bersih jalur pendakian dan sekitar puncak sundoro. Persisnya aku lupa, seingatku kejadian itu tahun 1994.
 
Kegiatan ini jelas tak terlupakan karena menyimpan kenangan indah sekaligus menegangkan. Cuaca ekstrem, sejak pendakian dimulai hujan terus menerus tiada henti disertai badai. Kami berjumlah 30 orang tetap nekad mencoba mencapai puncak sundoro, dengan perbekalan yang lengkap sesuai standart pendakian dan tak lupa membawa tas kresek hitam besar untuk tempat sampah. Perjalanan dimulai hari sabtu pukul 23.00 WIB berangkat dari Basecamp menyusuri jalan kampung, lalu pematang ladang penduduk, sekitar 45 menit kemudian perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan setapak memasuki hutan pinus.
 
Hujan terus mengiringi pendakian kami, sehingga semua peserta pendakian mengenakan jas hujan dan membungkus seluruh perbekalan dengan plastik agar tidak basah. Konsekwensi keputusan untuk tetap mendaki ada kondisi hujan adalah seluruh anggota harus terus berjalan. Istirahat hanya 3 s.d 5 menit, karena klo terlalu lama istirahat dijamin akan kedinginan dan serangan hipotermia mengancam kita. ( Bersambung)

Monday, May 1, 2023

Puncak Bondolan Gunung Ungaran Via Perantunan - Sholat Subuh di Pos 2

 


Kami sepasang pendaki tua suami istri, walaupun sudah berumur namun mencoba terus menjaga kebugaran sekalian berbagi kepada yang muda melalui chanel youtube #kariswisata.id tentang #pendakianungaranviaperantunan untuk mencapai #puncakbondolangunungungaran

SMA TARU NA NUSANTARA MAGELANG 1990

 


SMA TARUNA NUSANTARA adalah salah satu Sekolah Menengah terbaik di Indonesia dengan konsep pendidikan berasrama. Selama 24 jam siswa di pantau dan dipastikan mematuhi ketentuan sejak bangun tidur, senam pagi, apel pagi, makan pagi, pelajaran di kelas, makan siang, istirahat siang, kegiatan ekstra sore, makan malam, belajar malam, apel malam sampai kemudian tidur lagi Video ini memberikan gambaran di awal awal berdirinya SMA TARNUS khususnya siswa angkatan pertama di tahun 1990 an, semoga bermanfaat.