Thursday, September 21, 2023

SELAMAT BERWISATA DI KOTA SEMARANG

 

Selamat datang di Kota Semarang, sebuah kota yang penuh pesona dan keindahan! Kami sangat senang menyambut Anda di kota ini, di mana sejarah, keragaman budaya, dan kekayaan kulinernya menanti untuk dijelajahi.

Semarang memiliki sesuatu yang Anda inginkan dalam liburan yang sempurna. Dari tempat-tempat bersejarah yang menakjubkan, seperti Lawang Sewu dan Kota Lama, hingga destinasi wisata bernuansa pedesaan seperti di Desa Wisata Kandri, Bukit Senja hingga Pantai Tirang yang mengesankan

Kami juga bangga akan keragaman budaya yang luar biasa . Semarang adalah cerminan harmoni dan toleransi antara berbagai kelompok etnis dan agama yang hidup berdampingan. Keragaman budaya ini menjadi daya tarik unik kota ini dan memberikan pengalaman wisata yang menarik bagi para pengunjung

Tidak kalah menariknya adalah kekayaan kuliner Semarang, dengan hidangan khas seperti Lumpia Semarang, Wingko Babat, dan Tahu Pong yang menggugah selera. Pastikan Anda mencicipi berbagai makanan lezat ini dan menikmati keunikan cita rasa khas Kuliner Kota Semarang.

Kami berharap Anda akan merasakan keramahan dan kehangatan dari masyarakat setempat. Jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan karena kami siap membantu menjadikan kunjungan Anda lebih menyenangkan.

Sekali lagi, selamat datang di Kota Semarang! Selamat menikmati setiap momen di kota ini, menciptakan kenangan indah, dan meninggalkan dengan hati yang bahagia dan penuh kesan. Terima kasih telah memilih Semarang sebagai tujuan wisata Anda!

Top of Form

 

Sunday, September 3, 2023

INOVASI PERINTISAN EKOWISATA SUNGAI “CURUG GONDORIYO ” Bagian 1

1. Tujuan Inisiasi

Inisiatif inovasi “Perintisan Ekowisata Sungai – Curug Gondoriyo” bertujuan untuk mengatasi  permasalahan yaitu:

a. Kota Semarang masih kekurangan Atraksi/Daya Tarik Wisata baik secara kuantitas maupun kualititas

b. Potensi Sungai yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata

c. kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai.

d. Kegiatan Kelompok Sadar Wisata yang pasif dan Kurang Terarah

Dengan perintisan wisata Sungai Curug Gondoriyo diharapkan mampu menciptakan atraksi baru yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kenyamanan sungai melalui pemberdayaan kelompok sadar wisata



2. Keselarasan dengan kategori yang dipilih

Kegiatan inovasi ini sangat mendukung dan sejalan dengan 12 SDGs antara lain  :

TUJUAN 8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua

TUJUAN 9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi

TUJUAN 15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati


3. Signifikansi (Arti Penting ) 

  • Potensi Curug yang terbengkalai menjadi menjadi daya tarik ekowisata yang dikelola masyarakat dengan baik
  • Potensi Masyarakat / Kelompok Sadar Wisata belum terberdayakan menjadi lebih berdaya dengan adanya kegiatan pengelolaan daya tarik ekowisata curug Gondoriyo
  • Kelompok sadar wisata yang semula anggotanya pasif, dan berpotensi konflik antar anggota menjadi lebih kompak, lebih semangat dan punya rasa bangga atas hasil usaha kerasnya secara bersama sama membangun daya tarik ekowisata yang diakui dan dikunjungi masyarakat luas
  • Kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi lingkungan sungai yang masih rendah menjadi lebih sadar dan peduli akan arti pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan sungai
  • Potensi ekonomi belum tergarap menjadi muncul terdampak dari kegiatan ekowisata curug, seperti tiket masuk, parkir, penjualan paket wisata dan juga penjualan makan – minum dan souvenir

4. Inovasi (Kebaruan atau Keunikan atau keaslian)

Kegiatan ini dapat dikatakan kreatif dan inovatif :

a. Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan Partisipatory rural appraisal  (PRA) belum pernah dilaksanakan di Disbudpar Kota Semarang, yang menurut pertimbangan penulis sangat cocok untuk pengembangan ekowisata sungai. (Inovasi Proses )

b. Dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai macam kesulitan dan dipecahkan secara kreatif antara lain :

  • Dalam pengembangan atraksi air terjun dihadapkan pada kondisi air yang keruh, kemudian setelah dilakukan diskusi dan bencmarking literatur dibuatlah wisata malam dengan memasang lampu pada tebing curug sehingga terciptalah lighting fountain sebagai atraksi wisata utama ekowisata curug gondoriyo.
  • Untuk memperkuat karakter ekowisata sungai (Curug Gondoriyo) dilakukan kolaborasi dengan pelaku usaha ekonomi kreatif dari beberapa sub sektor antara lain : fotografi, seni pertunjukan, kuliner dll

Inovasi yang dikembangkan ini adalah modifikasi dari konteks lain. Untuk metodologi PRA biasanya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pemberdayaan di daerah Rural sedangkan lighting fountain memodifikasi dari hasil benckmarking literatur.

5. Transferabilitas (Sifat dapat diterapkan pada konteks/tempat lain).

Inovasi ini sedang dalam proses replikasi untuk perintisan wisata sungai mayangsari, wisata curug kedunggandul, wisata banjir kanal barat dan tidak menutup kemungkinan direplikasi untuk wilayah lain yang masih bernuansa rural/pedesaan 

bersambung

Friday, September 1, 2023

Marketing Skill Up Sibarista

Marketing Skill Up merupakan salah satu tahapan dari Program We Are All marketers Sibarista. Kegiatan yang berlangsung 30 Agustus 2023 di Rodjo Resto Siliwangi ini bertujuan untuk membekali para marketer lokal dari desa wisata dan rintisan wisata se Kota Semarang tentang konwlegde, skill dan praktek pemasaran langsung atau #directselling 

Peserta terdiri 23 Orang marketer lokal dari 12 Desa Wisata & Rintisan Wisata serta 1 Restoran Lokal Semarang  yaitu: Desa Wisata kandri, Desa Wisata Nongkosawit, Omah Ampiran Wonolopo, Wisata Mayangsari, Kampung Jambu kristal, Taman Setramban, Wisata Demoyo, Resto Rodjo, Kampung Pelangi, Curug Gondoriyo, Wisata Perahu Waduk Jatibarang, Desa Wisata Kedungpane (wisata jamalsari) dan Wisata Dung Tungkul Matesih.

Narasumber yang kita sebut fasilitator merupakan Sales Manager dari 6 Hotel berbintang di Kota Semarang yaitu : Hotel Grandhika, Artotel, Hotel Up Peak, Hotel Horison Alaska, Hotel Quest Simpang Lima dan  Hotel Noormans

Metode pembelajaran kombinasi antara diskusi kelompok dan praktek individu untuk setiap tahapan pemasaran langsung. Peserta di bagi ke dalam 4 Kelompok, dipimpin oleh seorang ketua kelompok dan dibimbing oleh seorang fasilitator. Setelah menyelesaikan diskusi kelompok, setiap peserta diminta menentukan target pasar yang akan dikunjungi untuk penugasan pemasaran langsung atau direct selling selama 2 minggu setelah pelaksanaan Marketing Skill Up.

Pasca penugasan akan di evaluasi case by case oleh fasilitator kemudian dibuat alternatif tindaklanjutnya :

1. Apakah peserta sudah mampu melaksanakan pemasaran langsung dengan baik? maka akan dilanjutkan ke tahap pembekalan untuk "table top handling"

2. Apakah masih ada hal - hal detail yang belum dikuasai oleh peserta sehingga perlu dilakukan pembekalan tambahan teknis direct selling? maka akan dilaksanakan pembekalan tambahan materi pemasaran langsung

3. Apakah masih ada komplain terhadap kesesuaian paket wisata dan harga yang ditawarkan? maka akan dilakukan evaluasi berdasarkan masukan di lapangan.

Semoga kegiatan yang merupakan inovasi program pemasaran desa wisata dan rintisan wisata ini mendapatkan hasil yang diharapkan dan berdampak bagi penjualan produk wisata masing - masing.


Workshop Uji Petik Penyusunan Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Bidang Kepemanduan Wisata Taman Rekreasi

Kegiatan Workshop Uji Petik Penyusunan Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Bidang Kepemanduan Wisata Taman Rekreasi ini berlangsung di Satoria Hotel, Jogja ada tanggal 30 Agustus 2023 mulai pukul 09.00 - 17.00 Wib.  Sebagai seroang yang sehari - hari bergerak di lapangan melakukan pemberdayaan masyarakat, tentu ini merupakan pengalaman baru bagimana mencermati sebuah rancangan Standar Kompetensi. 



Berdampingan dengan para expert dibidang kepemanduan dan pengelolaan Taman rekreasi menjadikan kita bisa berdiskusi tentang banyak hal. Pesertanya emang top dan keren - keren seh. Apalagi waktu diskusi detail per kelompok, menjadikan pemahaman kita tentang sebuah standar kepemenaduan wisata taman rekreasi bertambah mantap dan luas.

Di akhir acara, sebagai wakil Perhimpunan Pengurus Taman Rekreasi Indonesia DPD Jateng, saya diminta menandatangani hasil kesepakatan pembahasan selama workshop untuk menjadi dokumen usulan ke Kementerian Pariwisata dan BNSP.

Demikian sekelumit cerita untuk dokumentasi pribadi cerita harian dan juga memori di masa depan.