Tuesday, April 14, 2015

Belajar Berbagi Dengan Anak-Anak Muda di Balaikota


Hari ini selasa 14 April 2015 mendapatkan tugas mengisi materi kepariwisataan untuk membekali peserta pemilihan pemuda pelopor keselamatan lalin kota Semarang 2015 di Balaikota. Peserta adalah perwakilan setiap Sekolah Menengah Atas yang rata-rata adalah ketua osis ataupun aktifis di sekolahnya. Tentu saja ini menjadi pengalaman yang menarik karena sak jek jumlek belum pernah secara resmi berbagi di kelas anak sma, biasanya mahasiswa atau umum. Klopun berbagi dengan anak sma atau dibawahnya yaitu smp dan sd itu sudah puluhan lalu ketika masih mahasiswa s1 memberikan les privat di rumah - rumah. Hal ini tentu merupakan pekerjaan yang menantang karena harus berpikir bagaimana cara penyampaian materinya agar subtansi yang diberikan sama (kepariwisataan) namun dapat diterima dengan mudah oleh peserta.
Materi dan paparan sudah seminggu lalu selesai kubuat dan kukirim ke panitia, namun cara  atau teknik penyampaian sampai tadi malam belum final, masih punya 3 alternatif alur yang kurencanakan dengan pertimbangan :
1. Peserta Lelah Karena merupakan materi terakhir dari 2 hari pembekalan.
2. Jam 11 siang biasanya anak-anak ngantuk
3. Bagaimana mengkaitkan pariwisata dan keselamatan lalulintas menjadi cerita yang menarik.

Alhamdulillah hasilnya seperti diatas. Kebanyakan anak - anak antusias mengikuti walaupun belum maksimal karena waktu yang terbatas. Bahkan sampai sesi ditutup sebenarnya masih banyak peserta yang ingin berdiskusi dan beraktualisasi dengan sesama rekan peserta, namun karena pemenang lomba harus ditentukan beberapa saat setelah itu dengan menjalai ujian tulis maka sesi penyampaian materi pariwisata selesai.
Beberapa kata seperti " semangat, asik dan antusias" menjadi kata kunci penilaian mereka atas sesi pembekalan materi kepariwisataan. Mudah - mudahan bermanfaat untuk peserta baik yang menjadi juara maupun yang belum berhasil untuk tetap menjadi Pemuda pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing dan juga di Kota Semarang.

Pesan : Dalam memberikan materi pengajaran, teknik penyampaian bisa menjadi lebih sulit daripada substansi materi yang disampaikan. Maka pemilihan teknik penyampaian ini harus benar-benar mempertimbangkan audien yang akan menerima materi dan faktor lain (misalnya waktu dan kondisi peserta) agar hasilnya maksimal. 

Yuk terus berbagi! karena berbagi itu indah dan menyenangkan!

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.